<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Venditore</title>
	<atom:link href="http://venditore.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://venditore.wordpress.com</link>
	<description>all about services and goods</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2009 03:21:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='venditore.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Venditore</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://venditore.wordpress.com/osd.xml" title="Venditore" />
	<atom:link rel='hub' href='http://venditore.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bali Pulau Wisata Terbaik Asia</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/22/bali-pulau-wisata-terbaik-asia/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/22/bali-pulau-wisata-terbaik-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 03:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan penilaian dalam dua tahun berjalan, Bali ditetapkan sebagai pemenang pertama penghargaan pulau wisata Asia terbaik oleh CEI Asia 2009 Industry Award for Asia`s Best Resort Destination. Penetapan Bali sebagai pulau wisata terbaik, mengalahkan Phuket, Thailand yang menempati posisi kedua dan Gold Coast, Australia, di peringkat ketiga, demikian disampaikan Manajer Regional Pacific World Nusantara, Bali, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=158&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan penilaian dalam dua tahun berjalan, Bali ditetapkan sebagai pemenang pertama penghargaan pulau wisata Asia terbaik oleh CEI Asia 2009 Industry Award for Asia`s Best Resort Destination. Penetapan Bali sebagai pulau wisata terbaik, mengalahkan Phuket, Thailand yang menempati posisi kedua dan Gold Coast, Australia, di peringkat ketiga, demikian disampaikan Manajer Regional Pacific World Nusantara, Bali, Ida Bagus Lolec.</p>
<p>Ditemui ANTARA News di kantornya, kawasan Pantai Sanur, Bali, Lolec, menyambut gembira atas penetapan penghargaan pulau wisata terbaik yang baru diberitahukan kepadanya oleh pihak CEI Asia Magazine melalui e-mail. “Ini merupakan salah satu kemajuan yang luar biasa untuk tujuan wisata terbaik. Sekaligus menunjukkan sebagai tempat yang paling ideal kalau ingin melihat luapan kegembiraan akibat bencana yang terjadi pada masa lalu maupun akibat perbuatan manusia itu sendiri,” demikian salah satu penilaian CEI Asia Magazine.</p>
<p>Menurut Lolec, jika dibandingkan beberapa tempat tujuan wisata, Bali salah satu yang terbaik di dunia, karena mempunyai keunikan lokasi dan menjadi pilihan tujuan wisata pertemuan/rapat serta insentif. Bali merupakan pilihan tempat pertemuan yang didukung fasilitas pertunjukan sangat membanggakan dan luar biasa. Mempunyai resor dan hotel yang dilengkapi restoran internasional. Kehidupan malam terdapat di sana-sini yang menggairahkan. “Kami berharap pemberian penghargaan `pulau wisata terbaik` tersebut akan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dari berbagai negara,” ucap Lolec yang juga pengusaha perhotelan dan agen travel yang banyak menangani wisata kapal pesiar.</p>
<p>Ia menambahkan, berdasarkan profil majalah yang memberikan penghargaan tersebut, penilaian diberikan berdasarkan kajian profesional, bukan sekedar alasan untuk mendapatkan iklan dari perusahaan-perusahaan jasa pariwisata di Pulau Dewata.</p>
<p>Sumber: http://indonesiaberprestasi.web.id/lang/id/2009/04/bali-pulau-wisata-terbaik-asia/</p>
<h3>Mau Sertifikasi PADI dan Diving di Bali? di <a href="http://http://geotour.wordpress.com/2009/04/20/padi-course-and-diving-trip/">SINI</a></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=158&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/22/bali-pulau-wisata-terbaik-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat yang tepat</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/22/saat-yang-tepat/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/22/saat-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 03:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Saat yang tepat&#8230; Dalam berbisnis, kita harus saat yang tepat untuk memulai bisnis&#8230;. Seperti halnya para petani yang tahu saat musim hujun, atau pemancing yang tahu saat ikan lapar&#8230;.lokasi pemancingan, jenis ikan, makanan ikan dll Kalau anda pemain Badminton, tahu saat akan memukul/smash keras? Agar bola nya langsung mati&#8230;tenaga tidak terbuang sia-sia&#8230;. tapi menghasilkan hasil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=156&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat yang tepat&#8230;<br />
Dalam berbisnis, kita harus saat yang tepat untuk memulai bisnis&#8230;.<br />
Seperti halnya para petani yang tahu saat musim hujun, atau pemancing yang tahu saat ikan lapar&#8230;.lokasi pemancingan, jenis ikan, makanan ikan dll</p>
<p>Kalau anda pemain Badminton, tahu saat akan memukul/smash keras? Agar bola nya langsung mati&#8230;tenaga tidak terbuang sia-sia&#8230;. tapi menghasilkan hasil yang memuaskan?</p>
<p>Dalam berbisnis baju muslim, rame pada saat mau puasa dan bulan puasa. Nah bagaimana agar kita juga kebagian panen besar disaat waktu tersebut? Kapan harus menyetok barang? Kapan harus promosi? Apa saja langkah-langkah nya?</p>
<p>Berikut ini kiat-kiat yang perlu dilakukan (berdasarkan pengalaman):</p>
<p>1. Mempromosikan produk &#8230;.Ini sangat penting, jadi dilingkungan kita, misal komplek, dibuat semua warga komplek tahu bahwa TOKO kita adalah menjual baju muslim terlengkap dan berkualitas. Promosi bisa pakai brosur, kalau anda kesulitan dengan pembuatan brosur/katalog. Minta ke supplier anda, biasanya supplier menyediakan. Buat brosur dengan toko anda sendiri&#8230;.agar pelanggan semakin yakin dengan usaha anda&#8230;.Jadi kelihatan lebih profesional. ..ini masalah pencitraan.. ..kalau anda sudah dianggap Juragan baju..maka ini berarti sdh sukses&#8230;Pilih media promosi yang efektif. Media promosi yang paling efektif adalah promosi dari mulut ke mulut&#8230;</p>
<p>2. Pelanggan tetap. Kalau anda di toko, usahakan ada pelangan tetap yang terus berbelanja, ini akan membuat kita semangat dalam berjualan. Kalau toko sepi, jelas brg kurang berputar, semangat karyawan juga akan menjadi kendor&#8230;.tapi kalau ada pelanggan tetap maka karyawan semangat datang tiap hari&#8230;<br />
Penyuplai barang,</p>
<p>3. Berdo&#8217;a, Karyawan dan anda berdoa lah setiap hari sebelum toko dibuka. Berdo&#8217;a akan membuat anda yakin bahwa rezeki pasti ada. Jadi kalau ada pembeli datang, maka anda akan beranggapan bahwa calon pembeli tersebut akan membeli barang. Bukan beranggapan bahwa yang datang hanya sekedar melihat-lihat saja. Jadi karyawan/anda akan melayani calon pembeli tersebut dengan penuh semangat, penuh senyum, posisi badan yang ramah, enak dipandang. Jadi dengan berdoa anda akan semakin positif thingking&#8230;</p>
<p>4. Target Penjualan. <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Target</span> penjualan sangat penting bagi produsen, ada baiknya anda membuat target penjualan ke produsen atau ke supplier. Produsen akan memprediksikan jumlah pembelanjaan/ kebutuhan anda dalam setahun/bulan. Jangan terjadi, disaat kita lagi rame-rame nya kita tidak punya barang. Karna sistem produksi baju muslim ini sangat tergantung dengan tukang jahit, jadi tidak bisa dipaksakan hanya dibulan terakhir saja. Ini penglaman saya sewaktu membuat software Production Planning dicampur dengan pengalaman sekarang&#8230;Jadi produsen bisa memperkirakan jml kebuthan tukang jahit, bahan dll. Ingat musim panen tidak datang terus menerus&#8230;</p>
<p>5. Perbanyak team Marketing, Perhatikan gula, akan lebih cepat larut kalau gula nya kecil-kecil. ..<br />
Kalau anda mempunyai satu toko, berarti hanya orang yang lewat didepan toko saja yang akan membeli. Artinya perlu dibuat toko toko yang lain. Kalau bisa di satu Mall anada memiliki lebih dari satu toko. Ibarat orang memancing, umpan dan pancing nya harus banyak&#8230;.Tapi bagaimana kalau modal terbatas? Dipalnning <span class="yshortcuts">kan</span> dalam setahun lagi saya membuka toko satu lagi. Ini akan membuat anda termotivasi untuk berbisnis, menghemat pengeluaran, dan mencari investor. kalau anda berjualan di dirumah, usahakan anda memiliki downline yang banyak. Jadi kalau ada downline yang tidak aktif, kita masih mempunyai downline yang lain..</p>
<p>6. Pertahankan Pelanggan, Kalau anda sudah memiliki 100 orang pelanggan, maka usahakan untuk bersilaturahmi dengan pelanggan tersebut. <span class="yshortcuts">Bisa</span> saja silaturahmi nya melalui SMS, telpon, email, datang langsung, dll&#8230;.Atau anda undang pelanggan tersebut untuk kumpul disetiap even, misal acara Agustusan, acara syukuran dll.</p>
<p>7. Promosi Melalui Internet, kadang kita mendapat projek disaat waktu mepet. Misal suatu PT akan mengadakan outbond, PT tersebut tidak merencakanan acara tersebut secara matang, artinya mendadak. Disaat itulah anda bisa memperkenalkan kemampuan nya ke PT tersebut, disaat orang lain tidak bisa mengerjakan, kita bisa mengerjakan, artinya kita dipandang lebih oleh PT tsb. Atau bisa juga karna PT tersebut dekat lokasi tempat usaha kita, jadi mereka efektif dalam waktu. Biasanya kalau sdh mempet, orang akan mencari kebuthan nya melalui web, jadi web sangat mendukung bisnis kita, selain menambah kredibilitas usaha kita. Usahakan memiliki web, paling web gratisan. Web juga sebagai media evaluasi bisnis kita dari tahun ke tahun. Kalau misal, blog kita sdh lama dibuat, berarti tingkat kepercayaan pelanggan semakin tinggi&#8230;Sdh penglaman&#8230;</p>
<p>8. Nilai Lebih&#8230;Kenapa orang beli ketempat kita? Bisa karna unsur teman (maka perbanyak networking), bisa karna barang berkualitas, bisa karna harga bersaing dll. Bisa karna waktu layanan nya lebih lama, bisa karna keramahan dll. Jadi buat nilai lebih dari Usaha anda dibanding usaha orang lain&#8230;.</p>
<p>Ok, segitu dulu kiat-kiat sukses</p>
<p>NB Kami sangat senang bila anda semakin sukses, semakin senang banyak yang sukses&#8230;.</p>
<p>wassalam<br />
Afrizal MT<br />
0813-1552-7965 (HP)<br />
021-33877086 (Flexy)<br />
021-982-93128( esia)<br />
0852-844-61663 (SMS Center POETI)<br />
www.bajupoeti. com<br />
www.katalog. poeti.blogspot. com<br />
www.poeticollection .blogspot. com<br />
YM : afrizalsyafri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=156&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/22/saat-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Lembaga Keuangan Untuk Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/peran-lembaga-keuangan-untuk-pengembangan-usaha-mikro-dan-kecil/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/peran-lembaga-keuangan-untuk-pengembangan-usaha-mikro-dan-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 02:43:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Peran Lembaga Keuangan Untuk Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil Latarbelakang Meninjau struktur konfigurasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan, dari 39,72 juta unit usaha yang ada, sebesar 39,71 juta (99,97%) merupakan usaha ekonomi rakyat atau sering disebut usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dan bila kita menengok lebih dalam lagi, usaha mikro merupakan mayoritas, sebab berjumlah 98% [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=152&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">Peran Lembaga Keuangan Untuk Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="IN">Latarbelakang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Meninjau struktur konfigurasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan, dari 39,72 juta unit usaha yang ada, sebesar 39,71 juta (99,97%) merupakan usaha ekonomi rakyat atau sering disebut usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dan bila kita menengok lebih dalam lagi, usaha mikro merupakan mayoritas, sebab berjumlah 98% dari total unit usaha atau 39 juta usaha (Tambunan, 2002). Menyadari realitas ini, memfokuskan pengembangan ekonomi rakyat terutama pada usaha mikro merupakan hal yang sangat strategis untuk mewujudkan <em>broad based development</em> atau <em>development through equity</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pengalaman buruk yang terjadi pada masa Orde Baru, tentunya tak perlu diulang. Kue ekonomi dan pembangunan yang hanya dinikmati beberapa gelintir konglomerat, keluarga istana berikut kroni-kroninya (<em>erzats capitalism</em>) disamping menyinggung rasa keadilan, juga menimbulkan ketidakstabilan. Kerusuhan Mei 1998 bila ditelusuri lebih jauh, tak pelak harus diakui bahwa kesenjangan merupakan salah satu akar persoalan. Kerusuhan tersebut hanyalah puncak dari sebuah gunung es. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Menyoal usaha mikro (<em>microenterprises</em>) kembali. Disamping mengakomodasi pemerataan seperti disebut di atas, mengembangkan kelompok usaha ini secara riil strategis, setidaknya dilihat beberapa alasan yaitu: 1) mereka telah mempunyai kegiatan ekonomi produktif sehingga kebutuhannya adalah pengembangan dan peningkatan kapasitas bukan penumbuhan, sehingga lebih mudah dan pasti; 2) apabila kelompok ini diberdayakan secara tepat, mereka akan secara mudah berpindah menjadi sektor usaha kecil; 3) secara efektif mengurangi kemiskinan yang diderita oleh mereka sendiri, maupun membantu pemberdayaan rakyat kategori fakir miskin, serta usia lanjut dan muda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tabel di bawah ini memperlihatkan peran strategis dari usaha mikro (oleh World Bank disebut <em>economically active poor</em>) dalam mengurangi kemiskinan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/Users/TOSHIBA/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="" width="418" height="246" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Melihat peran dari usaha mikro yang sangat strategis, timbul pertanyaan mengapa usaha ini kebanyakan sulit berkembang. Bagi pengusaha mikro, persoalan permodalan ternyata merupakan masalah yang utama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="IN">Tujuan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan penulisan adalah untuk menggambarkan dan memetakan permasalah usaha mikro dan kecil dan memberikan solusi berdasarkan permasalahan yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="IN">Masalah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jenis Kesulitan Usaha Mikro:</span></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:52.15pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:187pt;padding:0 5.4pt;" width="249" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Jenis Kesulitan </span></strong></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">IKR </span></strong></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">IK </span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:187pt;padding:0 5.4pt;" width="249" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">1. Kesulitan modal </span></strong></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">40,48% </span></strong></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">36,63%</span></strong><span lang="IN"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:187pt;padding:0 5.4pt;" width="249" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">2. Pengadaan bahan baku </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">23,75% </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">16,76% </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:187pt;padding:0 5.4pt;" width="249" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">3. Pemasaran </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">16,96% </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">4,43% </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:187pt;padding:0 5.4pt;" width="249" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">4. Teknik produksi dan manajemen </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">3,07% </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">26,89% </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:187pt;padding:0 5.4pt;" width="249" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">5. Persaingan </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">15,74% </span></p>
</td>
<td style="width:56.1pt;padding:0 5.4pt;" width="75" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">17,36% </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:92.15pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> Sumber: Data BPS terolah (1998)<br />
IKR: Industri Kecil Rumah Tangga<br />
IK: Industri Kecil</span></p>
<h1 style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="IN">Modal diperoleh dari:</span></h1>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:3.25in;margin-left:4.65pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="312">
<tbody>
<tr style="height:15pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Uraian</span></strong></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">IKR</span></strong></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">IK</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Modal Sendiri</span></strong></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">90,36%</span></strong></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">69,82%</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Modal Pinjaman</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">3,20%</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">4,76%</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Modal Sendiri dan Pinjaman</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">6,44%</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">25,42%</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Jumlah</span></strong></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">100%</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">100%</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:3.25in;height:15pt;padding:0 5.4pt;" colspan="3" width="312">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Asal Pinjaman</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Bank</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">18,79%</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">58,78%</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Koperasi</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">7,09%</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">4,85%</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">Institusi Lain</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">8,25%</span></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="IN">7,63%</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:138pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="184">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">Lain-lain</span></strong></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">70,35%</span></strong></p>
</td>
<td style="width:48pt;height:15pt;padding:0 5.4pt;" width="64">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="color:black;" lang="IN">32,16%</span></strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:73.4pt;text-align:justify;text-indent:34.6pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Sumber: Data BPS terolah (1998)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Realitas di atas membuktikan bahwa rakyat miskin (pengusaha mikro) bukanlah “orang yang tidak punya” (<em>the have not</em>), mereka “punya” tetapi sedikit (<em>the have little</em>). Meski dengan sedikitnya apa yang mereka miliki, mereka tetap ulet berusaha. Hal itu diperlihatkan dari data di atas, lebih dari 90% pengusaha mikro (industri kecil rumah tangga/IKR) mengandalkan modal sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sementara itu bila mereka meminjam dana untuk modal, lebih dari 70% berasal dari lain-lain (bukan lembaga keuangan formal/bank). Dari pengalaman lapangan, yang dimaksud dengan “lain-lain”, mayoritas dari usaha mikro tersebut terjebak pada <em>money lender</em> (rentenir). Kisaran bunga utang dari rentenir sangat tinggi. Meski demikian, herannya pengusaha mikro hidup dan berjalan dengan sistem tersebut. Namun tentu saja mereka tetap terbonsai dan sulit untuk berkembang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="IN">Analisis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Salah satu cara untuk memecahkan persoalan yang pelik itu, yaitu pembiayaan masyarakat miskin pengusaha mikro, adalah melalui keuangan makro. Di Indonesia sendiri hal itu bukan barang baru. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan sejak 100 tahun lalu pun sudah mengarah seperti itu. Dalam lingkup dunia, pendekatan kredit mikro mendapatkan momentum baru, yaitu dengan adanya <em>Macrocredit Summit</em> (MS) yang diselenggarakan di Washington tanggal 2-4 Februari 1997. MS merupakan tanda dimulainya gerakan global pemberdayaan masyarakat dengan penguatan dana kepada masyarakat dengan berdasarkan pengalaman dari banyak negara. MS juga memberi semacam semangat baru karena MS tidak hanya menampilkan keragaan keberhasilan kegiatan keuangan mikro dalam memberdayakan masyarakat (perekonomian rakyat), tetapi juga mematrikan suatu janji bersama untuk menanggulangi kemiskinan global sebanyak 100 juta keluarga (atau sekitar 600 juta jiwa). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Keuangan mikro berfungsi memberikan dukungan modal bagi pengusaha mikro (<em>microenterprises</em>) untuk meningkatkan usahanya, setelah itu usaha mereka akan berjalan lebih lancar dan lebih “besar”. Kebutuhan dana bagi <em>microenterprises</em> setelah mendapat dukungan modal itu akan meningkat, sehingga dibutuhkan Lembaga Keuangan Masyarakat (Mikro) yang dapat secara terus menerus melayani kebutuhan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dalam mengembangkan keuangan mikro untuk melayani masyarakat miskin (<em>economically active poor</em>) tersebut, terdapat beberapa alternatif yang bisa dilakukan : </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span lang="IN">Banking of the poor </span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.4pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bentuk ini mendasarkan diri pada <em>saving led microfinance</em>, dimana mobilisasi keuangan mendasarkan diri dari kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat miskin itu sendiri. Bentuk ini juga mendasarkan pula atas <em>membership base</em> dimana keanggotaan dan partisipasinya terhadap kelembagaan mempunyai makna yang penting. Bentuk-bentuk yang telah terlembaga di masyarakat antara lain: Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Kelompok Usaha Bersama, <em>Credit Union</em> (CU), Koperasi Simpan Pinjam (KSP), dan lain-lain. </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span lang="IN">Banking with the poor </span></em></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.4pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bentuk ini mendasarkan diri dari memanfaatkan kelembagaan yang telah ada, baik kelembagaan (organisasi) sosial masyarakat yang mayoritas bersifat informal atau yang sering disebut Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) serta lembaga keuangan formal (bank). Kedua lembaga yang <em>nature</em>-nya berbeda itu, diupayakan untuk diorganisir dan dihubungkan atas dasar semangat simbiose mutualisme, atau saling menguntungkan. Pihak bank akan mendapat nasabah yang makin banyak (<em>outreaching</em>), sementara pihak masyarakat miskin akan mendapat akses untuk mendapatkan <em>financial support</em>. Di Indonesia, hal ini dikenal dengan pola yang sering disebut Pola Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PHBK). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> Dalam PHBK ini terdapat 3 model, yaitu : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> <strong>a)</strong> <strong>Model Hubungan 1 </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:56.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bank melakukan pelayanan keuangan langsung pada kelompok dan LPUM (Lembaga Pendampingan Usaha Mikro) berperan sebagai mitra bank untuk melakukan kegiatan pembinaan kepada kelompok. Bank memberikan fee biaya pembinaan yang diperhitungkan dalam tingkat bunga kredit. Akad kredit dilakukan antara bank dengan Ketua atau Pengurus Kelompok yang memperoleh kesepakatan dari para anggotanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> <strong>b)</strong> <strong>Model Hubungan 2 </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:56.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bank memberikan pelayanan keuangan kepada kelompok melalui LPUM. Pelayanan keuangan dan pembinaan kelompok dilakukan oleh LPUM. Biaya kegiatan pendampingan diperoleh dari selisih bunga kredit dari bank dengan yang dibayar oleh kelompok. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> <strong>c)</strong> <strong>Model Hubungan 3 </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:56.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bank mengidentifikasi sendiri kelompok yang telah ada, atau memfasilitasi proses pembentukan kelompok diantara pengusaha mikro potensial yang sudah terseleksi, memberikan pelayanan keuangan dan sekaligus membina kelompok-kelompok tersebut sebagai nasabahnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">3.    <em>Banking for the poor </em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bentuk ini mendasarkan diri atas <em>credit led institution</em> dimana sumber dari <em>financial support</em> terutama bukan diperoleh dari mobilisasi tabungan masyarakat miskin, namun memperoleh dari sumber lain yang memang ditujukan untuk masyarakat miskin. Dengan demikian tersedia dana cukup besar yang memang ditujukan kepada masyarakat miskin melalui kredit. Contoh bentuk ini adalah: Badan Kredit Desa (BKD), Lembaga Dana Kredit Pedesaan (LDKP), Grameen Bank, ASA, dan lain-lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bentuk pertama (<em>Banking of the poor</em>) menekankan pada aspek pendidikan bagi masyarakat miskin, serta melatih kemandirian. Bentuk ketiga (<em>Banking for the poor</em>) menekankan pada penggalangan <em>resources</em> yang dijadikan modal (<em>capital heavy</em>), yang ditujukan untuk masyarakat miskin. Sedangkan bentuk kedua (<em>Banking with the poor</em>) lebih menekankan pada fungsi penghubung (<em>intermediary</em>) dan memanfaatkan kelembagaan yang telah ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="IN">Kesimpulan</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="IN">untuk memberdayakan ekonomi rakyat dapat memanfaatkan lembaga keuangan mikro. Melalui keuangan mikro kebangkitan ekonomi rakyat (sekaligus ekonomi nasional) maupun pengurangan kemiskinan, akan dilakukan oleh rakyat sendiri. Memang telah tiba saatnya, masyarakat menemukan jalannya sendiri untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi. Aktor-aktor daerah sangat berperan penting dalam pengembangan lembaga keuangan mikro. Sebab bagaimanapun juga, untuk memfasilitasi pengembangan keuangan mikro diperlukan suasana yang kondusif (<em>enabling environment</em>), misalnya dukungan peraturan-peraturan yang memfasilitasi pengembangannya maupun melindungi keuangan mikro itu sendiri, bukan malahan menghambat atau mematikan. Tentu aturan merupakan satu faktor untuk pengembangan keuangan mikro, faktor lain adalah para pelaku maupun <em>stakeholders</em> yang terlibat.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=152&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/peran-lembaga-keuangan-untuk-pengembangan-usaha-mikro-dan-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasar Tradisional Tak Boleh Mati</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/pasar-tradisional-tak-boleh-mati/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/pasar-tradisional-tak-boleh-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 02:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Pasar Tradisional Tak Boleh Mati Tentu selalu terbayang dalam pikiran kita sebuah pasar tradisional adalah pasar yang kumuh, jorok, becek, dan bau, berlantaikan tanah, berserakan sampah, serta kondisi yang tidak teratur, sumpek, dan menyesakkan akibat banyak penjual dengan kapasitas area yang minim. Berkaitan dengan pasar tradisional, saya, mungkin juga anda, sering melihat sebuah iklan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=150&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Pasar Tradisional Tak Boleh Mati</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tentu selalu terbayang dalam pikiran kita sebuah pasar tradisional adalah pasar yang kumuh, jorok, becek, dan bau, berlantaikan tanah, berserakan sampah, serta kondisi yang tidak teratur, sumpek, dan menyesakkan akibat banyak penjual dengan kapasitas area yang minim.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Berkaitan dengan pasar tradisional, saya, mungkin juga anda, sering melihat sebuah iklan di televisi, dari salah satu partai politik. Partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto). Iklan tersebut menceritakan betapa pentingnya pasar tradisional bagi pembangunan ekonomi Indonesia, serta peran kita untuk belanja di pasar tradisional untuk mensejahterakan pedagang di pasar tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Prabowo bersama partainya mengusung sebuah sistem ekonomi yang dinamai sitem ekonomi kerakyatan, sebuah sistem ekonomi yang dikuasai dan diperankan oleh rakyat yang salah satu bentuknya adalah Pasar Tradisional. Apa maksud Prabowo dan partainya mengusung hal tersebut? Apakah selama ini kita tidak menganut sistem ekonomi kerakyatan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebagaimana kita ketahui, pasar tradisional sudah jarang dijumpai apalagi di kota-kota Besar seperti Jakarta dan Bandung. Pasar di era modern lebih menonjolkan sebuah pasar multi produk retail (seperti: swalayan, supermarket). Semua kebutuhan ada di dalam pasar.<span> </span>Hal ini semakin mempermudah masyarakat untuk memperoleh banyak kebutuhan hanya dengan mengunjungi satu tempat, dan mempercepat perputaran ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Namun, dibalik kemudahan itu semua, muncul dampak yang merugikan bagi pedagang kelas bawah, seperti para pedagang di pasar tradisional. Selain itu, ekonomi dimonopoli oleh pihak-pihak bermodal besar, pemilik swalayan dan supermarket sehingga melemahnya penjualan di pasar tradisional. Penjualan yang turun membuat para penjual di pasar tradisional gulung tikar dan menjadi pengangguran. Tentu saja hal tersebut menambah jumlah kemiskinan di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Oleh sebab itu perkembangan pasar modern harus dikontrol dan perlu adanya batasan atau aturan-aturan yang tidak mamatikan aktivitas pasar tradisional</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Hal yang bisa dilakukan untuk membangkitkan pasar tradisional adalah:</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">menghentikan      pembangunan pasar modern</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">memperbesar      pajak untuk pasar-pasar modern</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">memberikan      tempat khusus untuk pasar tradisional berdagang di dalam gedung pasar      modern</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tentu saja hal-hal seperti di atas sudah terpikiran oleh pemerintah saat ini. Namun didalam kenyataannya mall, swalayan, atau supermarket tumbuh pesat dan merontokkan pasar-pasar tradisional. Kekecewaan muncul pada diri saya melihat hal tersebut. Ibarat sebuah perbuatan dosa. Seseorang tahu bahwa hal yang dia lakukan adalah sebuah dosa namun tetap dia lakukan. Seperti itulah cermin pemerintahan kita saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Hal di atas adalah sebagian kecil dari permasalah ekonomi di negara kita yang mestinya juga menjadi sorotan kepedulian pemerinta dan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal">Namanya juga blog saya, jadi semua ini cuma pandangan saya sejauh ini <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif?w=510" alt=":D" /> . Tanggapan teman-teman akan menjadi masukan yang berharga bagi saya dan insyaallah bagi bangsa ini.</p>
<p class="MsoNormal">Wassalam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=150&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/pasar-tradisional-tak-boleh-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wawancara dengan Hengki (TK ITB ‘77): Keilmuan dan Kepemimpinan</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/wawancara-dengan-hengki-tk-itb-%e2%80%9877-keilmuan-dan-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/wawancara-dengan-hengki-tk-itb-%e2%80%9877-keilmuan-dan-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 02:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Triharyo Soesilo (TK’77), yang akrab disapa ‘Hengki’, adalah alumni ITB yang sukses memimpin PT Rekayasa Industri. Beliau juga pernah maju menjadi kandidat Ketua Alumni IA-ITB 2007-2012. Berkaitan dengan visi, Bapak memiliki visi yang sangat berbeda tentang engineering dan para insinyur seperti dalam waktu kampanye calon ketua IA-ITB? Iya betul, karena menurut saya keinsinyuran adalah solusi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=148&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Triharyo Soesilo (TK’77), yang akrab disapa ‘Hengki’, adalah alumni ITB yang sukses memimpin PT Rekayasa Industri. Beliau juga pernah maju menjadi kandidat Ketua Alumni IA-ITB 2007-2012.</p>
<p><strong>Berkaitan dengan visi, Bapak memiliki visi yang sangat berbeda tentang engineering dan para insinyur seperti dalam waktu kampanye calon ketua IA-ITB?</strong></p>
<p><strong></strong>Iya betul, karena menurut saya keinsinyuran adalah solusi terhadap berbagai masalah bangsa saat ini. Ada yang menilai bahwa demokrasi adalah salah satu solusi, tetapi dari kacamata saya, profesi keinsinyuran tidak kalah pentingnya.</p>
<p><strong>ITB mayoritas bergelar insinyur, selain itu lulusannya pun dituntut untuk menjadi seorang pemimpin. Bagaimana kaitannya insinyur dengan kepeminpinan dan perubahan bangsa, Pak?</strong></p>
<p>Insinyur berasal dari kata ‘engineer’. Kata kerjanya adalah meng-engineered. ‘Engineer’ adalah menciptakan nilai tambah. Salah satu cara yang paling efektif untuk memajukan bangsa adalah menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia, juga memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekuatan. Banyak negara-negara di dunia yang tidak mempunyai sumber daya alam tetapi mempunyai cadangan devisa yang sangat luar biasa, contoh-contohnya adalah Singapura, Korea, Jepang, dll. Mengapa negara-negara tersebut mampu? Karena para insinyurnya bekerja keras untuk menciptakan nilai tambah. Ambil contoh Jepang atau Korea, mereka mengimpor bahan mentah dari berbagai pelosok dunia dan memproduksi berbagai produk dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi. Misalnya minyak mentah ataupun LNG mereka impor dan kemudian diolah menjadi produk-produk yang lebih mahal.</p>
<p><strong>Apakah insinyur Indonesia belum sekelas dengan insinyur Jepang dan Korea? Apakah yang membedakan insinyur di negara kita dan mereka, menurut Bapak?</strong></p>
<p>Di sisi ilmu dasar dan juga penerapan, insinyur Indonesia tidak kalah dari insinyur asing. Mungkin kita banyak mendengar tentang para insinyur Indonesia yang bekerja di Qatar dan juga di negara-negara lain secara sukses. Namun pertanyaannya mengapa impor Indonesia saat ini masih hampir sama dengan ekspornya? Nah, di sini masalahnya adalah karena insinyur Indonesia lebih banyak berpikir ‘how’ dan tidak berpikir ‘why’. Ini adalah sebuah paradoks dan juga paradigm shift yang harus dilakukan oleh insinyur Indonesia. Maksud saya, insinyur Indonesia jangan hanya terus menerus berpikir ‘bagaimana membuat pesawat terbang’, bangga dengan ‘bisa membuat tank’, dan bangga dengan ‘membuat pabrik’. Tetapi yang lebih penting adalah, kenapa membuat pesawat terbang, kenapa membuat pabrik, kenapa membuat tank? Pertanyaan mengapa ini harus dijawab dengan sangat rinci oleh para insinyur terutama dari sisi keekonomian. Insinyur Indonesia harus terus-menerus berpikir ‘why’ selain ‘how’. Sebagai contoh, nilai tambah mengubah ketela menjadi terigu mungkin jauh lebih besar daripada nilai tambah dari mengimpor aluminium untuk dijadikan pesawat terbang yang semua peralatan fabrikasinya diperoleh dengan mengimpor.</p>
<p><strong>Tetapi bagaimana apabila seorang lulusan ITB bergelar insinyur, lebih memilih mengembangkan masyarakat melalui politik atau LSM?</strong></p>
<p>Saya menganggap hal tersebut tidak bermasalah. Namun yang saya concern adalah bila semakin banyak insinyur yang mengambil jalur ini sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuan. Ini menurut saya sudah berlawanan dengan hakikat kita sebagai seorang insinyur. Karena jika Anda seorang insinyur maka tugas utama Anda adalah menciptakan karya-karya untuk kemaslahatan umat dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah kita kuasai. Jika kita melihat para politisi di dunia manapun, sangat jarang yang berasal dari insinyur. Umumnya mereka memiliki background hukum, sarjana politik, jurnalistik dll, artinya ilmu-ilmu non eksakta dan non-teknik. Ada seperti Margaret Thatcher yang seorang teknik kimia, ada juga Lula presiden Brazil yang seorang insinyur, ada juga presiden Soekarno yang seorang insinyur serta Habibie. Namun mayoritas para insinyur tidak mengambil jalur politik sebagai jalur utama karir mereka. Saya khawatir di Indonesia para insinyurnya merasa bahwa jalur keinsinyuran buntu dan mengambil jalur politik akibat dari kebuntuan tersebut. Itulah yang saya khawatirkan dan juga saya kampanyekan saat pemilihan ketua IA-ITB. Saya ingin para insinyur kembali ke jalur keinsinyuran tanpa tentunya menilai jalur-jalur lain ‘kurang tepat’ ataupun tidak sesuai. Bukan maksud saya untuk itu. Tak jarang pula, insinyur Indonesia yang bekerja di perusahaan asing atau di luar negeri, ketika sudah mapan lupa akan perkembangan bangsa sendiri. Bagaimana pendapat Bapak? Tentu kita tidak bisa menyalahkan kepada insinyur tersebut, itu adalah karena hukum alam yang berlaku. Mungkin di Indonesia tantangannya belum jelas dan juga mungkin di Indonesia imbalannya tidak sesuai dengan yang mereka terima di luar negeri. Namun dari pengalaman di perusahaan kami, syukur alhamdulilah para insinyur di perusahaan kami tidak mudah hengkang ke luar negeri walaupun mereka mendapat tawaran yang jauh lebih besar. Pengalaman saya, kita harus ingat kepada teori ekonomi yang ditulis dalam buku “Freakonomics”. Dalam dunia ini ada beberapa insentif bagi seseorang, yaitu insentif finansial, insentif sosial, dan insentif moral Insentif finansial adalah imbalan yang diperoleh oleh seseorang setelah mereka bekerja, tetapi ada 2 insentif lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu sosial dan moral. Ini adalah 2 insentif yang sangat powerful. Sebagai contoh insentif sosial adalah jejaring kekeluargaan dan kenyamanan bekerja dalam sebuah perusahaan. Ini sangat kuat bila memang dikembangkan. Banyak karyawan yang merasa nyaman bekerja di sebuah perusahaan walaupun insentif finansialnya kecil. Insentif sosial juga perlu misalnya mempertimbangkan tentang peran sang insinyur bagi masyarakatnya. Di perusahaan kami, kami sangat menonjolkan bahwa karya-karya yang kamihasilkan akan memberikan kemakmuran dan kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami selalu berupaya memberikan solusi-solusi teknologi secara mandiri di saat indonesia mengalami berbagai krisis. Misi inilah yang membuat para insinyur Indonesia yang bekerja di perusahaan kami merasa bahwa ada semacam insentif sosial bila bekerja di Rekayasa Industri. Selain itu insentif moral juga sangat powerful. Kami sengaja membuat mesjid perusahaan yang relatif agak nyaman. Kami juga sangat aktif mengadakan acara-acara Ramadhan, Idul Qurban, dll. Tidak hanya acara keaganaan Islam, tetapi juga agama lain seperti Kristen, dll. Dengan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk melakukan kegiatan mereka beribadah dengan tenang dan nyaman, kami memberikan insentif lain yaitu insentif moral. Sehingga secara keseluruhan, paketnya menjadi sebuah tawaran yang sulit bagai para insinyur untuk meninggalkan perusahaan kami.</p>
<p><strong>Apa visi hidup pribadi Bapak?</strong></p>
<p>Saya ilustrasikan sebagai berikut: manusia lahir dengan sebuah jalur hidup yang akan memberikan amal maksimal bagi dirinya sehingga ia nantinya akan diterima di sisi Allah SWT dengan sempurna. Nah, jalur tersebut sebenarnya sudah ada dan dipersiapkan oleh Allah SWT, namun jalur tersebut adalah rahasia Allah SWT. Kita tidak bisa mengetahuinya karena disitulah letak upaya-upaya yang harus kita lakukan untuk mendekati atau kalau bisa berada di jalur hidup yang telah digariskan oleh Allah SWT. Sebagai contoh, menurut saya Allah SWT sudah menentukan siapa jodoh kita, apa pekerjaan yang harus kita kerjakan dan apa amalan yang harus kita berikan. Namun di saat kita mengarungi hidup, tanda-tanda Allah SWT tersebut sulit kita baca, terutama bila kita jauh dari-Nya. Itulah sebabnya doa terbanyak yang dibaca oleh seorang muslim adalah doa Al-Fatihah. Doa tersebut juga merupakan doa yang paling mudah dihapal oleh seorang anak kecil sekalipun. Tetapi apakah kita pernah memikirkan, mengapa doa tersebut harus dibaca berulang-ulang secara wajib dalam setiap rakaat sedangkan doa-doa lain sifatnya sunnah dan juga fleksibel? Jadi menurut saya sebenarnya doa Al-Fatihah itu ada 2 tahap, tahap pertama adalah memuja-muji Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang, pencipta alam semesta, penguasa hari akhirat, dll. Nah setelah itu barulah kita bertransisi untuk masuk ke tahap kedua, yaitu tahap kita memohon. Kita kemudian berkata, “Hanya kepada Engkau-lah saya berdoa dan hanya kepada Engkau-lah saya meminta.” Lalu kita masuk ke tahap 2 yaitu tahap meminta, “Tunjukkan hamba jalan yang lurus.”, jalan yang diridhoi Allah. Jadi itulah permintaan abadi seorang umat muslim dalam setiap doanya. Jadi sebenarnya hidup ini adalah sebuah perjuangan, perjalanan, dan permohonan agar Allah SWT menunjukan kita jalan yang diridhoi oleh-Nya. Semakin dekat atau ‘lurus’ jalan kita sesuai dengan jalur yang telah disiapkan oleh Allah SWT, semakin baik kehidupan kita di akhirat nanti. Karena setelah meninggal, kita tidak mungkin kembali lagi untuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan kita. Nah, semakin dekat kita dengan Allah SWT akan semakin jelas Ia menunjukan jalan yang ia ridhoi. Saya menemukan message ini saat saya di SMA. Dalam berbagai pilihan-pilihan hidup, insya Allah saya selalu berusaha mendengarkan dan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Allah SWT. Semakin kita dekat, semakin syaitan sulit mengacau hati nurani kita.</p>
<p><strong>Dalam kegagalan, bagaimana cara Bapak untuk bangkit dan mengatasinya?</strong></p>
<p>Saya selalu berusaha untuk belajar dari kegagalan yang saya alami. Sebagai contoh, pengalaman pemilihan ketua IA-ITB itu adalah sebuah kegagalan bagi saya, tetapi saya menanggapinya sebagai berikut: pertama saya langsung menyadari bahwa mungkin bukan itu jalan yang diinginkan oleh Allah SWT bagi diri saya, bukan itulah jalur maksimal untuk beramal yang sudah disiapkan oleh Allah SWT. Tetapi saya selalu mengambil lessons learned atau pelajaran yang diperoleh dari kegagalan tersebut. Salah satu lessons learned yang saya pelajari adalah bahwa saya kurang dekat dengan organisasi-organisasi keislaman yang ada di ITB misalnya seperti Salman, Gamais, dll. Organisasi-organisasi tersebut ternyata sangat kuat di lingkungan alumni ITB dan mampu mengorganisir massa dengan efektif. Di sisi lain, karena karir saya di kampus dan juga setelah bekerja relatif jarang bersinggungan dan juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi massa tersebut, maka saya kurang bisa mengenal mereka dan mereka juga kurang mengenal saya. Bahkan dalam beberapa kampanye negatif, pernah dicetuskan bahwa saya mungkin bukan muslim. Saya menganggap hal tersebut karena saya kurang dekat dengan organisasi muslim yang ada di kampus. Kira-kira itu contoh lessons learned dari pengalaman pemilihan IA-ITB. Dari pengalaman tersebut, saya coba ‘mendekat’ ke teman-teman di organisasi muslim yang notabene adalah alumni-alumni ITB juga. Tidak ada maksud-maksud tertentu selain meningkatkan tali silaturahmi yang mungkin selama ini belum tercipta.<strong></strong></p>
<p><strong>Apa harapan Bapak untuk bangsa Indonesia,  ITB dan mahasiswanya?</strong></p>
<p>Saya berharap ITB dan alumninya menjadi para insinyur yang mampu meningkatkan nilai tambah sehingga mensejahterakan rakyat Indonesia. Saat Ini nilai tambah selalu diciptakan oleh para insinyur-insinyur asing untuk kesejahteraan negara mereka. Kita saat ini sedang berada dalam peperangan yang luar biasa. Negara-negara yang tidak mampu menciptakan nilai tambah secara mandiri akan menjadi pasar negara-negara lain. Jadi kita harus membeli mobil, handphone, TV, terigu, kedelai, dll, dari negara lain, sehingga rakyat Indonesia terus menerus mensubsidi dan mensejahterakan rakyat di negara lain. Ini terjadi karena insinyur Indonesia kalah dalam peperangan menciptakan nilai tambah. Kita tidak bisa bikin mesin mobil, sepeda, dan juga pompa air sehingga kita harus membeli dari luar negeri. Inilah yang saya minta disadari oleh ITB dan alumninya. Semakin cepat ITB &amp; alumninya sadar bahwa kita sedang kalah dalam peperangan dan sedang dijajah habis-habisan, akan semakin baik bagi kemajuan bangsa.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=148&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/wawancara-dengan-hengki-tk-itb-%e2%80%9877-keilmuan-dan-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhemat atau meningkatkan Penghasilan??</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/berhemat-atau-meningkatkan-penghasilan/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/berhemat-atau-meningkatkan-penghasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 01:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Berhemat atau meningkatkan Penghasilan?? Kunjungan ke dokter gigi selalu membuat saya takut. Begitulah di suatu pagi saya duduk dengan canggung dan keringat dingin persis seperti pertama kali wawancara kerja. Apalagi ditambah lagi suara mesin bor gigi membuat saya makin ngilu. Majalah yang dari tadi saya bolak-balik terjatuh begitu nama saya dipanggil. Keadaan lebih memalukan lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=146&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Berhemat atau meningkatkan Penghasilan??</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kunjungan ke dokter gigi selalu membuat saya takut. Begitulah di suatu pagi saya duduk dengan canggung dan keringat dingin persis seperti pertama kali wawancara kerja. Apalagi ditambah lagi suara mesin bor gigi membuat saya makin ngilu.</p>
<p class="MsoNormal">Majalah yang dari tadi saya bolak-balik terjatuh begitu nama saya dipanggil. Keadaan lebih memalukan lagi di dalam kamar praktik dokter gigi. Jangankan bersuara, membuka mulut nyaris tak bisa saya lakukan tanpa gemetaran. ‘Ya..sudah selesai’ jadi kalimat itu yang paling membahadian yang saya dengar hari itu.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-146"></span></p>
<p class="MsoNormal">Dengan harga-harga yang semakin melambung, kita pun mau tidak mau harus berhadapan dengan sesuatu yang menakutkan yang boleh saja kita sebut ‘kesulitan hidup’. Mulai dari harga BBM yang naik 10%-30% dan tentunya sembilan bahan kebutuhan pokok rumah tangga. Kabarnya, ibu-ibu bingung sebab uang belanja yang biasanya cukup untuk satu hari, kini habis sampai batas makan siang saja.</p>
<p class="MsoNormal">Tenang, lonjakan harga adalah kejadian yang berulang, seperti sakit gigi. Anda hanya harus mengatasi rasa takut ke dokter gigi. Artinya, Anda sedikit frustasi tetapi jangan sampai patah semangat sebab ada semacam berkah tersembunyi. Kondisi ini paling tidak membuat perilak konsumsi menjadi lebih rasional.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Berhemat</strong></p>
<p class="MsoNormal">Mau tidak mau lonjakan harga yang tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan, membuat kita harus melakukan penyesuaian gaya hidup menjadi lebih rasional. Terpangkasnya pengeluaran membuat kita berpikir ulang setiap kali embeli barang. Kita memerlukan penghematan, antara lain:</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]-->Mengendalikan hasrat atau keinginan. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Berbelanjalah berdasarkan kebutuhan dan perhitungkan mana kebutuhan pokok dan mana kebutuhan yang masih bisa disesuaikan dengan anggarannya. Jangan jadikan gengsi sebagai prioritas dalamberbelanja. Keterbatasan anggaran membuat perbaikan perilaku belanja semakin penting. Mungkin tidak ada anggaran lagi untuk membeli pakaian, sepatu, atau aksesoris bermerek, juga gonta-ganti handphone hanya sekedar menjaga gengsi. Terapkanlah kiat merawat barang yang sudah kita miliki agar bisa tampil rapi dan hemat biaya.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]-->Kurangi frekuensi bepergian ke pusat perbelanjaan. Batlah daftar kebutuhan terlebih dahulu, dan berbelanja barang yang hanya terdapat dalam daftar belanja. Mungkin tidak perlu selalu mengajak si kecil berbelanja, usahakan agar langsung menuju rak atau <em>counter</em> yang sudah direncanakan.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]-->Cobalah lebih memerhatikan berbagai cara menghindari sakit agar bisa menghindari mahalnya biaya kesehatan, misalnya menghindari stres, karena banyak penyakit yang terpicu oleh gangguan psikis. Terapkanlah pola makan sehat, juga lakukan olahraga secara rutin untuk meningkatkan kebugaran tubuh tanpa bantuan suplemen.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]-->Lakukan strategi meminimalkan beban rekenng listrik, telepon, dan air. Misalnya, gunakan alat listrik berdaya rendah dan hematlah penggunaannya. Terapkan juga cara penghematan telepon biasa dan pulsa HP. Irit juga dalam penggunaan air, jadwalkan penggunaan pompa listrik, gunakan air 1-2 ember untuk cuci mobil, karena selang air membat air bersih banyak terbuang.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]-->Rekreasi perlu, tetapi tidak harus mahal. Cobalah mengali hakikat rekreasi dari hal-hal yang sederhana. Misalnya, melakukan kegiatan bersama keluarga di rumah. Intinya, pemangkasan biaya rekreasi tidak harus mengurangi makna rekreasi itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">Masih banyak sekali ide penghematan dalam rangka menyiasati kenaikan harga saat penghasilan belum bertambah. Dengan sedikit kreativitas dan kerja sama seuruh anggota keluarga maka penghematan bisa membantu Anda menyelesaikan masalah ini dalam jangka pendek, sambil secara pelan-pelan dalam jangka panang Anda melakukan usaha-usaha menambah penghasilan.</p>
<p class="MsoNormal">Ya..betul, penghematan saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan peningkatan penghasilan. Sebab kenaikan harga-harga akan terus teradi tahun depan, akibatnya pengeluaran kembali naik. ika tidak diikuti dengan dengan kenaikan penghasilan, jangankan berinvestasi, untuk kebutuhan harian pun pas-pasan</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Multikarier</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dalamketidakpastian ekonomi memiliki beberapa sumber pendapatan adalah cara yang realistis agar keluarga dapat meningkatkan penghasilannya. Kalau begitu, mengapa hanya menekuni satu bidang pekeraan? Mengapa tidak menjalankan beberapa profesi bersamaan?</p>
<p class="MsoNormal">Secara finansial Anda tetap aman karena tidak perlu meninggalkan pekerjaan utama, sambil mempelajari sesuatu yang baru. Lagipula memiliki multikarier memberikan Anda keseimbangan agar tidak kelelahan atau kehilangan minat terhadao oekeraan utama.</p>
<p class="MsoNormal">Orang yang memiliki multikarier berarti memiliki dan menjalankan beberapa jenis pekeraan sekaligus. Mereka ingin menjajal kemampuan di bidang lainnya tanpa harus mengorbankan pekerjaan formalnya saat ini.</p>
<p class="MsoNormal">Misalnya, seseorang pada jam kera biasa bekera sebagai seorang karyawan di bagian akunting, kemudian seminggu tiga kali pada sore hari dia menadi pelatih fitnes di sebuah pusat kebugaran. Pada akhir pekan dia berjualan batik di berbagai bazar.</p>
<p class="MsoNormal">Faktanya di dunia korporasi para pekera tidak memberikan 100% waktu mereka, melainkan memberikan komitmen 80% dari waktu kera mereka dan melihat-lihat kalau ada pelang melakukan hal lain.</p>
<p class="MsoNormal">Golongan orang di luar kelas pekera pun, umumnya menerapkan waktu kera secara fleksibel. adi konsep bekera paruh waktu walaubelum sepenuhnya diterima tetapi makin banyak diminati. Yang patut diingat, menjalankan multikarier adalah proses berkembang tanpa kehilangan keamanan dari pekerjaan atau kehilangan kepercayaan diri ataskeahlian Anda. Selamat mencoba.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">ditulis oleh:</p>
<p class="MsoNormal">Mike R. Sutikno</p>
<p class="MsoNormal">Mike Rini % Associates-Financial Counselling &amp; Education (www.mr-edu.net)</p>
<p class="MsoNormal">disadur dari Bisnis Indonesia edisi Minggu (Edisi 74) 18 Mei 2008 Tahun XXIII/No. 7683</p>
<p class="MsoNormal">www.bisnis.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=146&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/berhemat-atau-meningkatkan-penghasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang RUGI dan UNTUNG akibat INFLASI</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/yang-rugi-dan-untung-akibat-inflasi/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/yang-rugi-dan-untung-akibat-inflasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 01:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Yang RUGI dan UNTUNG akibat INFLASI Selain pertumbuhan ekonomi, dua indikator utama perekonomian adalah tingkat inflasi dan nilai tukar. Keduanya berhubungan erat. Nilai tukar rupiah yang merosot menyebabkan inflasi (imported inflation)akan melesat seperti pada 1998. Inflasi yang tinggi juga akan membuat nilai tukar rupiah semakin melemah, sesuai dengan teori purchasing power parity. Jika dibandingkan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=144&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Yang RUGI dan UNTUNG akibat INFLASI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Selain pertumbuhan ekonomi, dua indikator utama perekonomian adalah tingkat inflasi dan nilai tukar. Keduanya berhubungan erat. Nilai tukar rupiah yang merosot menyebabkan inflasi (<em>imported inflation</em>)akan melesat seperti pada 1998. Inflasi yang tinggi juga akan membuat nilai tukar rupiah semakin melemah, sesuai dengan teori <em>purchasing power parity</em>.</p>
<p class="MsoNormal">Jika dibandingkan dengan nilai tukar, tingkat inflasi mempengaruhi lebh banyak sendi kehidupan. Inflasi mempengaruhi bunga bebas resiko (SBI) yang pada gilirannya akan menentukan suku bunga tabungan, kredit, obligasi, diskonto, dan <em>yield</em>. Bunga diskonto dan <em>yield</em> baru pada akhirnya akan membuat valuasi semua aset berubah.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-144"></span></p>
<p class="MsoNormal">Dalam menyusun anggaran tahunan baik tingkat makro (negara) maupun mikro (perusahaan), asumsi mengenai tingkat inflasi juga mutlak diperlukan karena sangat menentukan banyak pos dalam anggaran.</p>
<p class="MsoNormal">Ada banyak definisi inflasi. Yang paling sederhana mengatakan inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa atau penurunan daya beli uang. Inflasi terjadi karena harga-harga semakin tinggi atau ketika memerlukan uang yang lebih banyak untuk membeli barang yang sama.</p>
<p class="MsoNormal">Definisi yang paling saya suka adalah yang diberikan Sri Edi Swasono, dosen ekonomi makro saya. <em>Inflation happens when you go to a market with a pocket of money and bring home a basket of goods but the next day you go to same market with a basket of money but bring home only a pocket of goods</em>.</p>
<p class="MsoNormal">Definisi inflasi yang lengkap yang tidak hanya melihat akibatnya (kenaikan harga dan penurunan daya beli) tetapi juga sebabnya diberikan kamus Webmaster 1983 dan disempurnakan dalam kamus American Heritage tahun 2000. <em>Inflation is a persistent increase in the level of consumer prices or a persistent decline in the purchasing power of money, caused by an increase in available currency and credit beyond the proportion of available goods and services</em>.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Yang dirugikan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Ketika<span> </span>bicara inflasi, kita umumnya akan langsung memikirkan efek negatifnya bahwa inflasi akan merugikan semua orang tanpa kecuali dan sama besar. Yang benar, tidak semua orang terpengaruh dengan tingkatan yang sama.</p>
<p class="MsoNormal">Ini dikarenakan konposisi pengeluaran satu orang tidak sama dengan besar kenaikan harga barang dan jasa juga berbeda satu sama lain. Biaya pendidikan dan biaya kesehatan biasanya mempunyai kenaikan yang lebih besar, kadang-kadang hingga dua kali tingkat inflasi. Sebaliknya untuk komoditi pertanian yang umumnya mudah busuk (<em>perishables</em>).</p>
<p class="MsoNormal">Selain itu elastisitas penghasilan terhadap tingkat inflasi pun berbeda antarprofesi/kelompok. Inflai merugikan mereka yang berpenghasilan tetap seperti para pensiunan, bruh, pekerja kasar, dan kelompok miskin lainnya. Walaupun penghasilannya mengalami penyesuaian, buruh dan pekerja kasar tetpa saja kelompok yang paling menderita akibat inflasi karena uang sewa/kontrak rumah dan barang-barang kebutuhan sehari-hari naiknya sering lebih kencang.</p>
<p class="MsoNormal">Kelompok yang dirugikan lainnya adalah mereka yang memberikan pinjaman termasuk para penabung bank. Seseorang yang menabung di bank dengan mendapatkan bunga bersih sebesar 5% p.a. akan mengalami <em>return</em> riil -5% jika tingkat inflasi tahunan pada periode yang sama adalah 10%. Meskipun jarang terjadi, bank pun dapat saja mengalami kerugian jika suku bunga pinjamannya lebih rendah daripada tingkat inflasi.</p>
<p class="MsoNormal">Contoh kerugian terbesar yang dialami pemberi pinjaman terjadi diJerman pada 1923. Seseorang yang meminjamkan kepada saudaranya atau kawannya sejumlah uang yang cukup untuk membeli sebuah mobil di sana pada awal 1923. Ketika dikembalikan pada akhir tahun, uang itu hanya cukup untuk membeli kotak korek api.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Yang diuntungkan</strong></p>
<p class="MsoNormal">Tidak semua orang dirugikan karen ainflasi. Ada juaga yang diuntungkan. Kelompok pertama adalah mereka yang sedang berutang, yakni masyarakat menengah dan para pengusaha.</p>
<p class="MsoNormal">Mereka mengambil KPR atau kredit investasi dan perusahaan yang mengeluarkan obligasi akan merasakan beban utang dan angsurannya semakin ringa karena telah terjadi penurunan nilai uang. Jika Anda memperoleh bungan tetap KPR 10% p.a. saat inflasi menembus <em>double digit</em>, Anda akan untung dan bank rugi karena mematok suku bunga pinjaman yang tetap.</p>
<p class="MsoNormal">Anda tahu siapa pengutang terbesar yang tentu saja menjadi pihak yang paling diuntungkan karena nilai riil utangnya menjadi lebih rendah? Tidak lain, pemerintah. Kita ketahui bersama kalau utang pemerintah kita sangat besar, namun dari utang luar negeri dan utang obligasi rekapa warisan pemerintahan yang lau, sampai SUN dan ORI yang semakin akrab dengan kita.</p>
<p class="MsoNormal">Yang juga masuk kelompok yang untung akibat inflasi adalah mereka yang umumnya mempunyai harta tetap seperti rumah, gedung, tanah, toko, atau investasi lainnya seperti emas dan logam mulia. Pemili rumah indekos, rumah kontrakan, dan toko akan segera menaikkan harga sewa jika terjadi inflasi. Tanah dan emas hampir pasti juga naik mengikuti inflasi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Terakhir, apa yang hars diperhatikan investor saat inflasi diperkirakan akan tinggi? Inflasi tinggi akan menaikkan <em>yield</em> dan menurunkan harga obligasi (berhubungan tebalik dengan yield). Jual jika harganya belum turun banyak, atau hindari obligasi berbunga tetap. Nilai pasar obligasi dengan kupon tetap terutama yang berjangka waktu lama akan merosot jika inflasi meningkat.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk saham, jual jika tidak rugi, atau hindari perusahaan yang sensitif terhadap kenaikan tingkat bunga dan daya beli kelompok menengah ke bawah. Peganglah saham yang tidak sensitif terhadap bnga dan perusahaan yang produk dan jasanya berorientasi pada pasar luar negeri dan kelompok menengah ke atas.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">ditulis oleh:</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Budi Fresidy</strong></p>
<p class="MsoNormal">Staf Pengajar FEUI dan penulis buku <em>Matematika Keuangan</em></p>
<p class="MsoNormal">disadur dari Bisnis Indonesia edisi Minggu (Edisi 74) 18 Mei 2008 Tahun XXIII/No. 7683</p>
<p class="MsoNormal">www.bisnis.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=144&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/yang-rugi-dan-untung-akibat-inflasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Listrik Panas Bumi Naik</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/harga-listrik-panas-bumi-naik/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/harga-listrik-panas-bumi-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 01:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Harga Listrik Panas Bumi Naik Bebas dari dampak kenaikan harga energi dunia JAKARTA, KOMPAS &#8211; Pemerintah mengeluarkan aturan penetapan harga ual listrik yang dibangkitkan dengan tenaga panas bumi. Dengan aturan baru itu, harga listrik panas bumi saat ini sekitar 7-8 sen dollar AS per kWh, lebih tinggi dari harga ual sebelumnya yang kurang dari 5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=142&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Harga Listrik Panas Bumi Naik</h1>
<p class="MsoNormal"><em>Bebas dari dampak kenaikan harga energi dunia</em></p>
<p class="MsoNormal">JAKARTA, KOMPAS &#8211; Pemerintah mengeluarkan aturan penetapan harga ual listrik yang dibangkitkan dengan tenaga panas bumi. Dengan aturan baru itu, harga listrik panas bumi saat ini sekitar 7-8 sen dollar AS per kWh, lebih tinggi dari harga ual sebelumnya yang kurang dari 5 sen dollar AS per kWh.</p>
<p class="MsoNormal">Harga baru tersebut diharaokan bisa menadikan bisnis pembangkit liastri tenaga panas bumi menjadi lebih menarik.</p>
<p class="MsoNormal">Ketetapan harga jual itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2008 yang dikeluarkan 9 Mei 2009.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Pemerintah menetapkan dua batas penentuan harga jual berdasarkan besaran pembangkit dan persentase terhadap biaya pokok industri (BPP).</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-142"></span></p>
<p class="MsoNormal">Untuk pembangkit degan daya di bawah atau sama dengan 55 megawatt (MW), harga jual listrik maksimal adalah 85 persen dari BPP di teangan menengah maupun tegangan rendah wilayah setempat.</p>
<p class="MsoNormal">Adapun pembangkit dengan daya di atas 55 MW, harga jual listrik maksimal adalah 80 persen dari BPP.</p>
<p class="MsoNormal">Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatab Energi Departemen ESDM . Purnomo di Jakarta, Rabu (21/5), mengatakan , “Harga yang baru ini sudah sesuai dengan usulan harga keekonomian yang disampaikan para pengembang panas bumi”.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Investor Mengeluh</strong></p>
<p class="MsoNormal">Selama investor, para investor mengeluhkan harga jual listrik panas bumi ke PT Perusahan Listrik Negara terlalu rendah, kurang dari 5 sen dollar AS per kWh.</p>
<p class="MsoNormal">Potensi tenaga listrik dari panas bmi di Indonesia mencapai 27 gigawat. Potensi ini tersebar lebih dari 250 lokasi di Sumatera, Jawa Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.</p>
<p class="MsoNormal">Akan tetapi pemanfaatannya hanya sekitar 1.000 MW atau kurang dari 3 persen. Pengembangan panas bumi telah diatur dalam Undang-Undang No 27/2003 tentang Panas Bumi.</p>
<p class="MsoNormal">Namun, peraturan pelaksana UU tersebut terkatung-katung hingga lima tahun. Akibatnya, pengembangan panas bumi pun menadi terkendala.</p>
<p class="MsoNormal">Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Suryadarma menilai bahwa aturan harga jual tersebut akan memberi kepastian kepada para investor. “Rencana pengembangan proyek yang tertunda bisa berjalan,” ujarnya menambahkan.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut Suryadarma, pihak asosiasi dan pemerintah telah sepakat bahwa wilayah penetapan BPP terbagi menjadi Sumatera, Jawa dan Bali, dan Sulawesi.</p>
<p class="MsoNormal">Direktur Pengusahaan Panas Bumi ESDM Siharto Harsoprayitno mengatakan, setelah keluarnya aturan harga, pemerintah dan PT PLN masih harus membenahi kesiapan infrastruktur jaringan transmisi.</p>
<p class="MsoNormal">Pemerintah pusat telah menyerahkan kewenangan untuk melelang enam wilayah kerja panas bumi yang beralokasi di Nangroe Aceh Darussalam, dan awa Tengah kepada pemerintah setempat.</p>
<p class="MsoNormal">Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar mengatakan, pihaknya akan mendukung pengembangan oanas bumi, “Kita Tidak boleh tergantng dari sumber energi primer tertentu, apalagi sumber energi yang mudah di ekspor”, ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal">Meskipun lebih mahal dari batu bara, panas bumi lebih ramah lingkungan. Selain itu, karena hanya bisa digunakan di tempat, panas bumi bebas dari dampak kenaikan harga energi dunia.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">ditulis di Harian Kompas, Km=amis, 22 Mei 2008 halaman 17</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=142&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/harga-listrik-panas-bumi-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kartini: sang &#8220;Pengusa&#8221; Pernikahan</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/kartini-sang-pengusa-pernikahan/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/kartini-sang-pengusa-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 01:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[“Penguasa” Pernikahan Dalam hidup, salah satu momen yang palin g ditunggu bisa jadi pernikahan. Semua orang tidak terpatok jenis kelamin, usia dan suku pasti menginginkan hajatan pernikahannya berjalan sukses. Mempelai pria dan wanita yang dipajang di pelaminan ingin kisah cintanya terbingkai dalam suatu gelaran pernikahan yang indah, tak terlupakan. Melalui pesta pernikahan mempelai membagi momentum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=140&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">“Penguasa” Pernikahan</p>
<p class="MsoNormal">Dalam hidup, salah satu momen yang palin g ditunggu bisa jadi pernikahan. Semua orang tidak terpatok jenis kelamin, usia dan suku pasti menginginkan hajatan pernikahannya berjalan sukses.</p>
<p class="MsoNormal">Mempelai pria dan wanita yang dipajang di pelaminan ingin kisah cintanya terbingkai dalam suatu gelaran pernikahan yang indah, tak terlupakan. Melalui pesta pernikahan mempelai membagi momentum kebahagian kepada para undangan yang datang.</p>
<p class="MsoNormal">Jasa penata rias, busana, dekorasi sangat penting mewuudkan kesuksesan penikahan. Lewat tangan dingin mereka, tidak hanya mempelai wanita dan pria yang dibuat mempesona, dekorasi gedung pun dibuatnya cantik, memanjakan tamu yang datang.</p>
<p class="MsoNormal">Itulah yang dilakukan keseharian Kartini Bachtiar. Ibu lima anak ini sudah malang melintang di bisnis jasa pernikahan selama hampur 30 tahun. Dia merintis usaha tata rias, tata busana, dekorasi yang diberi label Karina sejak 1979.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-140"></span></p>
<p class="MsoNormal">Kekhasan yang ditawarkan kartini adalah jenis pesta pernikahan tradisional, khususnya pernikahan adat Lampung yang menadi keahliannya. Banyak pernikahan pesohor dan orang penting yang ditanganinya.</p>
<p class="MsoNormal">“Saya yang pegang pernikahan Anindya Bakrie (Anak Menko Kesra Abu Rizal Bakrie) di Hotel Mlia beberapa tahun yang lalu. Keluarga Henry Yosodiningrat (pengacara) juga saya yang pegang. Sudah banyak keluarga pejabat dan anggota DPR yang pernikahannya memakai jasa saya”.</p>
<p class="MsoNormal">Pada tahun-tahun belakangan Kartini meraup ratusan juta rupiah dari bisnis yang digelutinya. Malahan pada 2002, penulis buku rian pengantin Lampung Pepadun ini, mengumpulkan lebih dari Rp150uta per bulan selama setahun penuh menangani ratusan pernikahan.</p>
<p class="MsoNormal">Usaha yang terhitung bisnis rumahan ini, diawali Kartini dengan membuka salon kecil-kecilan di rumahnya. Dengan modal kurang dari Rp500ribu. Kartini memberi peralatan seadanya seperti kaca, kursi, dan tempat mencuci rambut untuk salon mungilnya.</p>
<p class="MsoNormal">“Sampai sekarang, keuntungan yang yang saya dapatkan saya putar-putar sendiri untuk membeli alatalat salon, rias, atau dekorasi. Pokoknya yang mendukung usaha supaya besar. Pada awalnya suami saya kurang mendukung, tapi lama kelamaan dia mendukung penuh.”</p>
<p class="MsoNormal">Pada periode 1980-an Kartini sering menerima panggilan dari rumah ke rumah, apabila ada pelanggan yang memintanya datang untuk sekedar memotong rambut atau merias wajah. Dia hanya bekerja sendiri, belum memiliki karyawan yang membantunya.</p>
<p class="MsoNormal">Tidak puas dalam usaha kecil, Kartini mengembangkan diri mengambil kursus tata rambut di Rudy Hadisuwarno dan kursus kecantikan Martha Tilaar pada 1980-an. Seak 80-an hingga 1995 Karini hanya menangani pernikahan adat awa, Sunda, dan Betawi.</p>
<p class="MsoNormal">Namun kini, Kartini mengkhususkan diri menangani pernikahan adat Lampung.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tulisan lengkap di Bisnis Inonesia edisi Minggu 18 Mei 2008 halaman 16</p>
<p class="MsoNormal">ditulis oleh Noerma Komalasari, Kontributor Bisnis Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=140&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/kartini-sang-pengusa-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ritel: Pola Konsumsi Masyarakat Berubah</title>
		<link>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/ritel-pola-konsumsi-masyarakat-berubah/</link>
		<comments>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/ritel-pola-konsumsi-masyarakat-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 01:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>taufanwiguna</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://venditore.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Ritel: Pola Konsumsi Masyarakat Berubah Kenaikan harga bahan makanan yang terjadi Januari-Maret 2008 telah mengubah pola konsumsi masyarakat bukan hanya yang berpendapatan rendah, tetapi uga kelas menengah. Berdasarkan survei Nielsen Indonesia di beberapa kota besar, tekanan paling keras dialami masyarakat berpendapatan rendah di Jakarta. Retailer Services Director Nielsen Indoenesia, Yongky Susilo, menelaskan hasil survei tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=138&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Ritel:<span> </span>Pola Konsumsi Masyarakat Berubah</strong></p>
<p class="MsoNormal">Kenaikan harga bahan makanan yang terjadi Januari-Maret 2008 telah mengubah pola konsumsi masyarakat bukan hanya yang berpendapatan rendah, tetapi uga kelas menengah.</p>
<p class="MsoNormal">Berdasarkan survei Nielsen Indonesia di beberapa kota besar, tekanan paling keras dialami masyarakat berpendapatan rendah di Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal">Retailer Services Director Nielsen Indoenesia, Yongky Susilo, menelaskan hasil survei tersebut di Jakarta (23/5). Survei Nielsen menunukkan harga rata-rata 54 barang konsumen, seperti produk makanan dan barang kebutuhan sehari-hari yang lain, naik rata-rata 13,6 persen.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-138"></span></p>
<p class="MsoNormal">“Kenaikan harga di toko tradisionla sekitar 16 persen, sedangkan di toko modern kenaikan harga 9,6 persen. Di toko-toko modern ini kenaikan harga lebih rendah, antara lain karena banyak program promosi di situ,” ujar Yongky.</p>
<p class="MsoNormal">Kenaikan harga bahan makanan pada Januari-Maret 2008 terjadik karena dorongan peningkatan harga pangan dunia. Namun peningkatan harga tersebut belum dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak yang diumumkan pemerintah Jumat kemarin. Nielsen menggolongkan konsumen yang membelanjakan uang sebesar Rp 1.750.001- Rp 2.500.000 untuk belana rutin setiap bulan sebagai kalangan menengah.</p>
<p class="MsoNormal">Sementara keluarga yang membelanjakan uang lebih dari Rp 1.250.000-1.750.000 digolongkan sebagai konsumen kelas bawah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Mengurangi Belanja</p>
<p class="MsoNormal">Menyikapi kenaikan harga barang kebutuhan rutin, Yongky menjelaskan, konsumen berpendapatan menengah mengurangi belanja kebutuhan sekunder, seperti pakaian dan rekreasi. Mereka juga berupaya memperoleh tambahan pendapatan.</p>
<p class="MsoNormal">Sedangkan konsumen kelas bawah yang rata-rata berpendapatan tetap makin tidak berdaya menghadapi kenaikan harga. Sebagian besar mengurangi jatah makan, rokok, dan mengganti lauk dengan mi instan.</p>
<p class="MsoNormal">Survei Neilsen juga menunjukkan, kalangan konsumenini mengurangi menonton televisi, menyetrika hanya untuk pakaian kerja, tidak menggunakan pompa air, dan sebagainya. Umumnya, konsumen kelas bawah uga berganti merek produk yang biasa dikonsumsi, mencari yang lebih murah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">dimuat pada Kompas Senin, 26 Mei 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/venditore.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/venditore.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/venditore.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/venditore.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/venditore.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/venditore.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/venditore.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/venditore.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/venditore.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/venditore.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/venditore.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/venditore.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/venditore.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/venditore.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=venditore.wordpress.com&amp;blog=7148679&amp;post=138&amp;subd=venditore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://venditore.wordpress.com/2009/04/21/ritel-pola-konsumsi-masyarakat-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/355f37f18d7ef204f8d07d81b6d11e72?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">taufanwiguna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
